orang jepang ke SMP 3 Bulu Temanggung
September 6, 2009 pada 3:02 am | Ditulis dalam Galery | Tinggalkan Komentar
Alternatif Tanaman Pendukung Ekonomi dan Ekologi
Juli 27, 2009 pada 1:32 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan KomentarSelama ini petani lereng Sumbing dan Sindoro, banyak yang dibikin bingung. Tentunya kebingungan ini semua warga lereng Sumbing, Sindoro sudah pasti tahu, tak lain adalah nasib Tembakau. Ada yang berpendapat merusak kesehatan, lingkungan mungkin lainnya.
Namun disisi kebingungan petani tidak ada orang yang mau memikirkan alternatif lain, selain tembakau. Alternatif itulah yang selalu dinanti petani, banyak orang, lembaga sekarang hanya berwacana, tanaman ini yang bisa ditanam petani, namun tidak pernah mendekat ke petani.
Dalam diskusi dengan kelompok tani di Dusun Tritis Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Temanggung. Pada tanggal 14 Juli 2009, dari hal yang sederhana dan sampai pada masalah pertembakauan. Ada petani yang berpendapat terus mau tanam apa kalau tidak tembakau, dan ada yang harus tembakau karena itu pendukung ekonomi keluarga.
Sebagai lembaga yang konsen dilingkungan dipersani tetap memberikan arahan yang pro lingkungan dan pro ekonomi keluarga. Artinya bagi petani yang mau tetap tanam dan tidak menanam tembakau itu urusan masing-masing petani. Namun dipersani hanya memberikan saran untuk mempersiapkan alternatif yang dan harus dicoba.
Kopi arabika merupakan tawaran alternatif, mungkin bisa ditanam untuk batas lahan dengan lahan orang lain. Atau mungkin bisa dibikin lajur tanam, lajur tembakau, terus ada lajur kopi. Nampaknya petani juga tertarik untuk mencoba, akhirnya juga berfikir dari mana bibitnya.
Ini memerlukan jawaban ketika kita memberikan altenatif juga harus memberikan solusi. Untuk bibit bikin sendiri, dengan kerjasama dipersani mendampingi mulai dari penguatan kelembagaan. Hingga memberikan bimbingan teknis untuk budidaya kopi, bantuan polibag, dan bijinya.
Dan petani yang mau menanam harus merawat, hingga siap ditanam. Nampaknya tawaran ini banyak yang tertarik, dan rencana akhir Desember 2009 harus tanam kopi itulah tekad petani. Ketika diakhir diskusi Mukidi aktivis dipersani menanyakan kepada petani, apakah ada penyuluh yang selalu datang membimbing anda semua? e e e jawabannya sederhana, ketika diundang sok bilang ada kegiatan dilain tempat dan ada juga yang pernah datang, tapi cuma sekali.
Jangan putus asa petani, teruslah mencoba, dan semangat karena nasib petani yang merubah juga petani. selamat dan selamatkan ekonomi dan ekologi……………
Mos Berwawasan lingkungan
Juli 20, 2009 pada 11:08 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan Komentar
Masa orientasi siswa atau Mos hampir semua sekolahan melaksanakan dan mestinya tiap sekolahan beda dalam memberikan orientasi dengan siswa barunya.
Tak ketinggalan SMP 3 Bulu yang selalu dijuluki kampus biru, juga melaksanakan Mos. Namun Mos di SMP 3 Bulu tampil beda, karena berwawasan lingkungan sesuai dengan julukan sekolahnya.
Mos yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari senin tanggal 13 sampai 15 Juli 2009,diisi oleh Mukidi aktivis dipersani (dian permata insani). Kegiatan nonton film membuat anak jadi terkesima.
Kegiatan yang beda dengan para guru lainnya, membuat murid senang dan bahagia. Nonton film tentang sampah, dari bahaya sampah dan manfa’atnya ketika dikelola. Habis nonton film anak-anak suruh menceritakan kembali apa yang dilihat.
Habis istriharat dilanjutkan materi mengenal lingkungan sekolah, mulai dari jenis pohon yang ada. Kegiatan lingkungan yang dilaksanakan sekolah kerjasama dengan dipersani. Pengenalan pohon hingga ke tempat pembibitan kopi, dipahamkan kepada peserta Mos.
Kegiatan berlangsung dengan baik dan anak juga senang, karena kegiatan diselingi dengan game mulai dari perkenalan hingga akhir. Dan diakhir kegiatan ada pak guru yang minta pak mukidi kalau ada waktu datang ya untuk mengisi persami pada hari minggu.
Kopi Meningkatkan ekonomi keluarga
Juli 14, 2009 pada 12:54 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan Komentar
Di Temanggung sebelah utara memang sentra kopi, juga banyak masyarakat yang memanfa’atkan lahan di pangkuan hutan. Dengan kerjasama antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan, sebuah lembaga yang ada desa pangkuan hutan. Kerjasama itu adalah untuk program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat.
Tentunya tidak hanya ditataran wacana, namun sudah sampai pada kegiatan. Tentunya PHBM juga perlu dikaji, dari sisi ekonomi artinya seberapa besar pendapatan masyarakat atau kesejahteraan masyarakat meningkat ketika ada program PHBM.
Untuk pengkajian ini memang memerlukan waktu yang lama, tapi secara sederhana bisa diambil dari diskusi-diskusi kecil dengan petani/pesanggem yang menggarap lahan dipangkuan hutan. Dalam diskusi kecil yang dikembangkan di Desa Kemuning dan Congkrang Kecamatan Bejen Temanggung, bahwa kopi yang dihasilkan sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kita tetap menanam kopi tanpa merusak tegakan yang ada, karena kopi butuh tanaman tegakan biar hasilnya baik,”jelas sadikun mantan Kepala Desa Kemuning. Apa yang dikatakan Sadikun memang terbukti karena dilahan hutan tegakan tetap terjaga. Dan terlihat juga banyak masyarakat yang baru panen kopi.
Namun di Desa congkrang tidak begitu jauh dengan Kemuning.”kalau dulu masyarakat sini banyak yang tidak mempunyai lahan garapan, namun sekarang ketika ada PHBM semua bisa ikut mengelola lahan, walaupun sedikit. Rata-rata sekarang sudah panen kopi dari lahan perhutani, ya tidak seberapa kalau per orang 3 – 5 kwintal kopi basah ya dapat,” jelas sutarno selaku wakil ketua LMDH Desa Congkrang.
Dalam diskusi di Kemuning dan Congkrang para peneliti-peneliti muda dari kehutanan Bogor juga terlibat, Ika, Mita, Imara dan Nanda. Tak ketinggalan dari pendamping masyarakat dari dipersani Mukidi dan Novi Kusuma wardani ikut terlibat diskusi.
Mungkin itu, assesment awal bagi para peneliti muda, dari obrolan nampaknya para peneliti tertarik untuk mengkaji program PHBM kontribusinya terhadap masyarakat dan peningkatan kesejahteraannya. Selamat bertugas para peneliti, kalau memang Program itu kok salah sasaran jangan takut ya Ngomong, salam lestari
Bersama Hari Bumi dengan SMP 3 Bulu tahun 2008
Juli 3, 2009 pada 1:06 pm | Ditulis dalam Galery | Tinggalkan Komentar



poto pembibitan pada tahun I September 2007
Juli 2, 2009 pada 11:59 pm | Ditulis dalam Galery | Tinggalkan Komentar


menata bibit
Kampus Biru di Lereng Gunung
Juli 1, 2009 pada 11:44 pm | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan KomentarBerita diambil dari Tabloid Lontar
No 9 tahun III Juni 2009
Ini bukan UGM, tetapi merupakan julukan bagi SMP 3 Bulu, sekolah yang baru berusia seumur jagung ini, terbilang sekolah berwawasan lingkungan. Bukan sekedar ada tong sampah atau pepohonan di lingkungan sekolah. Namun berupaya membuat sebuah prilaku ideal serta kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.
Untuk itu, sekolah yang terletak di lereng sumbing bagian utara ini, tepatnya di Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Temanggung, bekerjasama dengan dipersani, piranti works dalam memahamkan lingkungan terhadap siswa maupun masyarakat sekitar sekolah.
“saya prihatin ketika melihat kondisi lingkungan sekolah dan sekitar sini yang sangat minim tanaman keras. Padahal tanaman keras berfungsi sebagai pengikat tanah dan penyerap air ketika musim hujan,” jelas Wiyono, Spd selaku kepala sekolah SMP 3 Bulu.
Wiyono mengaku, ia hanya melanjutkan program yang telah dirintis oleh kepala sekolah yang pertama dalam kegiatan sekolah berwawasan lingkungan ini.” Kedepan kita akan programkan masuk kekurikulum dan ada muatan lingkungan tiap bidang studi”.
Di sekolah ini, ternyata tidak hanya kepala sekolah yang mempunyai polo pikir lingkungan. Terbukti banyak diikuti oleh guru-guru. Bahkah ada guru yang mempunyai pekarangan dan sekarang ditanami tanaman keras usai diskusi tentang manfa’at tanaman tersebut bagi lingkungan.
“untuk mengubah pola pikir anak, harus dimulai dari guru, ketika guru sudah jadi panutan apapun bentuk kegiatan disekolah akan mudah di laksanakan oleh siswa,”katanya menambahkan
Sebagaimana yang kini ada dalam benak Nurmajid selaku ketua OSIS SMP 3 Bulu, ia mengaku sangat antusias terkait upaya penyelamatan lingkungan di sekitarnya.
“saya mempunyai tekad dengan seratus jadi satu juta pohon, artinya dengan kita iuran seratus rupiah tiap minggu untuk kegiatan pembibitan kedepan akan bisa menciptakan sejuta pohon,”katanya.
Untuk kesadaran menggugah teman-temannya, Nurmajid memberikan pemahaman untuk semua pengurus osis bahwa menanam itu menabung, yang pertama menabung air, terus ketika pohon sudah besar akan berfungsi memecah angin, dan yang tak kalah penting, Katanya. kita juga harus membuat cerita yang bisa dikenang kepada adik-adik kelas bahwa kita juga bisa berkarya untuk lingkungan.
Sekolah berwawasan lingkungan yang selama ini kita jumpai, hanya sekedar sebagai pembalut.Namun esensinya tak pernah menjadi perilaku, baik guru maupun siswa.Tanaman keras diluar pagar yang mengelilingi sekolah, merupakan tanaman hasil karya siswa di sekolah tersebut sejak dari pembibitan sampai penanaman.
Tidak hanya itu dalam kegiatan penaman turus jalan dengan tanaman mahoni di lokasi monumen meteorit sepanjang 2 Km menuju Desa Wonotirto juga terlibat. Dengan bantuan pohon dari piranti works dalam memperingati hari bumi pada tahun 2008.
Pemahaman lingkungan terhadap siswa disekolah ini tapi juga dikembangkan melalui praktek pembibitan pada tahun ke dua. yaitu pembibitan kopi arabika dan komputer ramah lingkungan yang bekerjasama dengan dipersani (Dian Permata Insani).
Tanaman kopi yang direncanakan ditanam pada Desember 2009 tersebut, nantinya juga diberikan kepada masyarakat yang mau dan siap menanam di lahan berstatus hak milik. Sebagian tanaman kopi tersebut akan ditanam dibawah tanaman keras yang sudah mengeliling sekolah. Pembagian tanaman keras dari SMP 3 Bulu kepada masyarakat juga merupakan ajang kampanye lingkungan, serta sarana sosialisasi kepada masyarakat bahwa SMP 3 Bulu juga ada kepekaan lingkungan.
Penggunakan teknologi biopori yaitu lubang resapan air. juga diajarkan kepada siswa. barangkali ini baru satu-satunya SMP yang memiliki alat ini dan diajarkannya kepada pengurus OSIS.
Pengenalan pendidikan kebencanaan sejak dini juga dipahamkan dengan kerjasama dengan Jaringan Rakyat Berdaya Dan Siaga Sumbing Sindoro (JaRi Susi). masalah kebencanaan. erat kaitannya dengan lingkungan, karena daerah lereng gunung merupakan daerah rawan angin rebut.
Sebuah gagasan yang menarik sama halnya yang dilakukan komunitas belajar(kombel) cendiakia mandiri di Gunung Sumbing. Walaupun belum bisa disebut kampus biru, namun kombel ini sudah mulai menyusun tema lingkungan dalam kurikulumnya, setiap mata pelajaran dipadukan dengan tema lingkungan.
Tujuannya menumbuhkan kesadarkan terhadap lingkungan dan alam khususnya jika kita melihat Gunung Sumbing yang tak seindah dulu. Berbagai macam kegiatan pun telah mereka laksanakan. Setiap ada event hari bumi dan hari lingkungan hidup, dari hanya sekedar mengumpulkan sampah plastik yang berceceran disekitar lingkungan mereka, juga menanam tanaman yang bermanfa’at, atau mengolah hasil sampah. (Oes)
Drama Lingkungan
Juni 28, 2009 pada 12:03 am | Ditulis dalam Berita | 1 Komentar
Setiap Hari Sabtu biasanya sekolah pulangnya lebih awal, karena jam pelajaran sedikit, terus dilanjutkan kebersihan. Usai kebersihan sekolah pengurus Osis SMP N 3 Bulu mengadakan rapat, untuk menghadapi pelepasan untuk kakak kelas 9.
Rapat yang diadakan pada tanggal 6 Juni 2009, dihadiri oleh semua pengurus osis. Hadir juga dalam rapat pembina osis, tak ketinggal pendamping dari Dipersani ikut dalam forum diskusi tersebut.
Andung selaku pembina osis membuka dan memberi sedikit pengarahan tentang pentingnya organisasi dan kelak nantinya ketika siswa sudah dewasa. Rapat selanjutnya dipandu ketua osis Nur Majid, memberikan arahan tentang acara pelepasan untuk kakak kelas.
Dalam rapat disepakati acara pelepasan untuk kakak kelas didalam ruang multimedia yang baru saja usai dibangun. Kegiatan dalam pelepasan ucapan pelepasan, menampilkan puisi, musik, e ….tiba-tiba muncul usulan bagaimana kalau drama tentang lingkungan. 
Usai ketua osis memberikan arahan, Mukidi dari dipersani diberi waktu memberikan arahan, tentang acara pelepasan maupun kegiatan yang lain. “Menarik itu usulan drama lingkungan, kalau mungkin bisa diakomodir, drama itu bisa disetting dari kegiatan pembibitan yang sudah kita lakukan. Terus jangan lupa, bahwa kita Bulan Agustus akan ada tamu dari Jepang,”jelas Mukidi.
Nampak wajah para pengurus osis lelah, mungkin sudah siang dan belum makan……..dan akhirnya rapat diakhiri. Selamat bertugas dan belajar karena pada hari senin berikutnya harus menempuh ujian kenaikan kelas.
Album Pembuatan Penampungan air di SMP N 3 Bulu
Juni 27, 2009 pada 4:50 pm | Ditulis dalam Galery | Tinggalkan Komentar



Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

